Beruntunglah kamu yang bisa hidup normal dengan jati diri yang jelas. Di luar sana, seperti yang udah kamu tahu juga, banyak banget cewek (dan cowok) yang mengalami situasi sulit di mana mereka nggak tahu harus menyebut diri mereka cewek atau cowok. Belum lagi adjudgement masyarakat yang menempatkan mereka di posisi yang selalu bersalah. Apa benar mereka 100% bersalah dengan apa yang terjadi pada diri mereka. Cuma satu yang pasti, mereka bertanggung jawab untuk semua itu!
Orientasi Seks
Di mana bedanya? Kamu perlu tahu.
::LGBT::
Singkatan dari Lesbian, Gay, Bisex, dan Transgender
::Lesbian::
Istilah yang menggambarkan seorang cewek yang secara emosional dan fisik tertarik dengan sesama cewek.
::Gay::
Suatu istilah yang menggambarkan cowok yang secara fisik atau emosi tertarik pada orang yang berjenis kelamin sama.
::Bisexual::
Seseorang yang tertarik pada 2 jenis seks.
::Transgender::
Istilah untuk menyebut orang-orang yang punya self image atau identitas gender yang nggak sama dengan gender biologisnya. Beberapa orang transgender berharap atau berusaha mengubah bentuk jenis kelamin anatomisnya untuk disesuaikan dengan persepsi dirinya. Tapi ada juga beberapa orang yang nggak pengen melakukan itu. Nggak ada korelasi yang absolut antara orientasi sexual dengan transgender. Seorang transgender bisa diidentifikasikan sebagai heteroseksual, gay, lesbian atau bisexual.
::Transsexual::
Seseorang yang punya keinginan tetap dan terus menerus atas perubahan seks secara medis, operatif dan sah sampai memungkinkan mereka untuk hidup sebagai anggota gender kebalikan (opposite sex) dengan gender yang mereka miliki saat itu. Secara emosional, mereka benci alat kelamin yang menempel pada tubuhnya atau payudara yang menonjol dan selalu berusaha menutupinya.
::Homosexual::
Seseorang yang secara emosional dan fisik tertarik pada jenis kelamin yang sama dan memperoleh kepuasan seksual dengan orang yang berjenis kelamin sama.
::”Out of the closet” or ”Being out”::
istilah untuk seseorang yang secara terbuka, baik itu lesbian, gay, bisexual atau transgender, tapi secara kontras menyamarkan diri atau menutupi identitas gender dan orientasi seksualnya terhadap orang lain.
::Bigenderist::
Menggambarkan seseorang yang tumbuh dan mengekspresikan dirinya sebagai 2 jenis kelamin yang berbeda, contohnya dia bekerja sebagai perempuan, namun disosialisasikan sebagai pria (atau sebaliknya).
::Crossdresser::
Seseorang yang berpakaian sesuai dengan lawan jenisnya. Mereka pengen diterima sebagai orientasi seks apa yang mereka harapkan sesuai dengan baju yang dia pakai. Crossdressing bisa partial (atribut tertentu) tapi bisa juga total, tergantung dari intensitas waktu dan jenis baju serta jumlah baju yang dia pakai atau punya. Istilah crossdresser dan bigenderist adalah sama. Crossdresser dapat diidentifikasi sebagai heteroseks, lesbi, gay dan bisex.
::Transvestist::
Selalu terjadi pada cowok. Mereka nggak membenci alat kelamin mereka sendiri atau pengen menghilangkannya. Mereka mendapat dorongan dan kepuasan sexual dengan memakai pakaian lawan jenisnya. Orientasi sexual mereka heteroseksual. Gejala ini nggak kentara pada transexual cewek, waktu mereka berdandan dengan celana panjang. Karena udah banyak cewek yang bergaya kayak cowok, paling juga disebut tomboy.
Expert Says
- Harry Benyamin (1991) mengartikan transseksual sebagai suatu gangguan identitas gender pada seseorang yang punya keinginan tetap dan terus menerus atas perubahan seks secara medis, operatif dan sah sampai memungkinkan mereka untuk hidup sebagai anggota gender kebalikan dengan gender mereka.
- Goh (1995) menyebutkan bahwa bagi transeksual, memakai pakaian lawan jenis bukanlah bentuk dorongan seksual. Mereka sejak pubertas punya ketertarikan pada sosok yang berjenis kelamin sama (secara anatomis), tapi mereka sendiri merasa kalau anatomi genital mereka adalah benda asing yang seharusnya nggak menempel pada tubuhnya.
You Need To Know
- Pada umumnya label homoseks, atau waria sangat ditolak oleh mereka yang menyandangnya. Karena memang mereka nggak termasuk dalam kaum itu. Beberapa orang merasa lebih nyaman disebut sebagai transgender, istilah payung pada orang yang punya image diri dan identitas gender yang berbeda dengan gender anatomis atau biologisnya. Transgender bisa diartikan sebagai seseorang yang masih belum mantap memilih salah satu gender identity yang benar-benar dia pilih. Oleh karena itu seorang transgender biasanya diidentifikasikan sebagai heteroseksual, gay, lesbi atau biseks.
- Sedangkan transseksual, dari beberapa tulisan disebutkan sebagai seseorang yang punya keinginan untuk selamanya hidup sebagai opposite sex dan selalu berusaha mencari dan menjalani terapi hormonal, operasi kosmetik dan genital, agar bisa hidup lebih nyaman sesuai dengan jiwa gendernya yang udah dia pilih dalam hidupnya. Meski bertentangan dengan kondisi kelamin anatomisnya (Lawrence: 1996).
- Gender idenditiy atau identitas gender adalah persepsi atau penghayatan subyektif seseorang tentang gender mereka. Sehingga dia punya identifikasi psikologis di otak sebagai “cowok” atau “cewek”. Sedangkan gender role (peran gender) adalah suatu tampilan cara hidup seseorang dalam masyarakat sebagaimana identitas gender mereka (yang jelas berbeda dengan tampilan anatomis kelaminnya).
Law Rule
Instrumen hukum internasional, konstitusi dan ketentuan hukum nasional memberi pengakuan dan jaminan perlindungan terhadap pilihan seksualitas seseorang. Ketentuan DUHAM pasal 1, 3, 7, 9 & 12, secara rinci juga menyebutkan kalau setiap orang dilahirkan merdeka dan punya martabat dan hak yang sama, setiap orang berhak atas kehidupan, kebebasan dan nggak seorang pun boleh diganggu urusan pribadinya, kehormatannya dan nama baiknya. Kalau hak-hak dasarnya diganggu atau dilanggar, maka dia berhak mendapat perlindungan hukum. Berdasarkan ketentuan itu jelas kalau pilihan seksualitas adalah hak asasi setiap orang. Atas pilihan seksualitasnya, seseorang nggak boleh diperlakukan diskriminatif dan berhak menyatakan pendapat dan perasaannya.
Anything Else? Yes!
Dalam DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder) dan ICD-10 (International Classification of Disease), dinyatakan kalau pengkategorian gender dysphoria jadi suatu penyimpangan psikiatrik adalah nggak benar! Karen Gurney dan Eithne Mills, pada Deakin University Law School menyebut kalau penggolongan Gender Identity Disorder (GID) dalam DSM-IV, yang dalam hal ini memasukkan transeksual dalam golongan psikopath, dibantah! Artinya transeksual bukan psikopath. Distress yang dimunculkan adalah karena adanya tekanan lingkungan atau teman yang mungkin mendiskriminasinya. Bahkan APA (American Psychology Association) menyebutkan kalau LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual dan Transexual), bukan suatu penyakit mental!
What Can We Do?
Sometimes, perilaku transeksual dianggap negatif oleh orang dewasa bahkan anak muda kayak kamu. Tapi perlu diwaspadai, perbuatan atau perilaku para transeksual itu sebenarnya karena proses defend mechanism (pertahanan diri) dari kondisi nggak menyenangkan dari lingkungan yang bikin mereka merasa nggak nyaman.
Actually, mereka nggak pernah pengen disebut atau dilahirkan sebagai seorang lesbi, gay, transgender (kita biasa menyebut waria), atau apa pun. Semua itu cuma istilah yang dilahirkan oleh masyarakat untuk membuat mereka terlihat atau bahkan merasa ‘berbeda’ dari yang lainnya. Is it fair? Absolutely, NUP! Jangan lihat mereka dengan pandangan yang aneh. Mereka juga manusia, yang pengen menjalani kehidupan senormal mungkin, kayak kamu!
By Dra. Hastaning Sakti, Psi. M. Kes feat. Enny